Pelayanan Identifikasi Sampel


Identifikasi sampel bertujuan untuk mengetahui penyebab rusaknya sampel. Diketahuinya penyebab kerusakan pada sampel, dapat memudahkan dalam mengambil keputusan, seperti tindakan pengendalian. Identifikasi sampel salah mengakibatkan tindakan pengendalian yang diambil juga salah, sehingga tidak efektif dan efisien


1 UU No. 12 Thn 1992  tentang  sistem Budidaya Tanaman
2 PP No. 6 Thn 1995 tentangPerlindunganTanaman
3 SK Mentan No. 411/Kpts/TP.120/6/95 tentang Pemasukan AH kewil RI
4 SK Mentan No. 412/ Kpts/KP.150/6/95 tentang Pembentukan Komisi AH
5 Permentan No. 76/OT.140/11/2011. Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan 
6 Permentan No. 44/OT.140/6/2012  Tentang Rincian Tugas Pekerjaan Unit Eselon IV Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan


1 Surat permohonan dari pelanggan untuk identifikasi sampel dengan membawa atau mengirimkan sampel (tanaman atau serangga)
2 Surat perintah tugas dari Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) sebagai Kepala Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) untuk melaksanakan identifikasi sampel tanaman/ serangga
3 Sampel dalam kondisi yang baik, diberi label yang jelas (lokasi, waktu pengambilan sampel)


Prosedur dalam pelayanan Identifikasi Sampel ke BBPOPT:
1 Surat permintaan pelanggan kepada Kepala UKPP (Kepala BBPOPT)
2  Kepala BBPOPT memberikan disposisi kepada Ketua Pelayanan Publik BBPOPT
3  Ketua Pelayanan Publik BBPOPT berkoordinasi dengan Kepala Bidang Pelayanan Teknis Informasi dan Dokumentasi (Kabid Yantekindo) untuk melayani permintaan dan memberikan pelayanan identifikasi sampel
4 Kabid Yantekindo menugaskan Kepala Seksi Pelayanan Teknis (Kasi Yantek) untuk membuat konsep surat jawaban dan memverifikasi permintaan identifikasi sampel yang diinginkan


Gratis


7 hari kerja



(0264)360581, 360368, peramal_hama@hotmail.com
http//bbpopt/tanaman pangan-pertanian.go.id



161

Layanan

11

Eselon



lpse
sms
eksim