Penerbitan Sertifikat Veteriner

Kunjungi Layanan

Kegiatan ekspor merupakan kegiatan yang menghasilkan devisa yang dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan negara. 

Setiap negara tujuan ekspor memiliki persyaratan teknis dalam rangka menjamin keamanan produk asal hewan yang akan dimasukkan sesuai dengan persyaratan pada Perjanjian Sanitary dan Phytosanitary (SPS) yang ditetapkan oleh negara tersebut maupun oleh Badan Perdagangan Dunia (WTO). Peraturan dan persyaratan teknis kesehatan, keamanan dan mutu produk hewan yang akan diekspor ditetapkan untuk melindungi kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan.

Ditjen PKH cq Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (kesmavet) ikut mendorong dan membina peternakan, unit usaha produk hewan, agar berproduksi yang baik dan benar, sehingga produk yang akan diekspor memenuhi persyaratan teknis yang diminta oleh negara pengimpor/negara tujuan. Sebagai jaminan bahwa produk hewan yang dikespor tersebut telah memenuhi persyaratan teknis kesehatan, keamanan dan mutu untuk dikonsumsi manusia, maka pemenuhan persyaratan teknis tersebut dicantumkan dalam sertifikat kesehatan. Sertifikat tersebut antara lain berupa Sertifikat Kesehatan (Veterinary Health Certificate/Health Certificate/Sanitary Certificate) yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang.

Sertifikat veteriner adalah surat keterangan yang dikeluarkan oleh dokter hewan berwenang yang menyatakan bahwa produk hewan telah memenuhi persyaratan keamanan, kesehatan dan keutuhan.


Undang-undang No. 41 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.


Persyaratan Permohonan:

1. Persyaratan Administratif:

    a. Akta Pendirian Perusahaan, dan perubahannya

    b. Kartu Tanda Penduduk/tanda pengenal pimpinan dan/atau pengurus perusahaan

    c. Surat Izin Usaha Perdagangan Umum (SIUP)

    d. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

    e. Nomor Identitas Kepabeanan (NIK)

    f. Surat Tanda Daftar Perusahaan (STDP) dan

    g. Surat Kuasa Direksi untuk pengurusan dan KTP pengurus termasuk nama, alamat dan nomor telepon/HP personel yang dapat dihubungi (contact person), apabila pengajuan permohonan bukan oleh penanggungjawab utama perusahaan

    h. Surat pernyataan bahwa dokumen yanng disampaikan adalah benar dan sah.

2. Persyaratan Teknis

    a. Persayaratan negara tujuan/nagara pengimpor (sanitary information)

    b. Sertifikat atau laporan hasil uji dari laboratorium yang diakreditasi atau laboratorium yang ditunjuk oleh Menteri

    c. Sertifikat Kesehatan Produk Hewan dari daerah asal

    d. Rekomendasi Pengeluaran Produk Hewan dari Provinsi

    e. Apabila produk yang akan dikeluarkan menggunakan bahan baku yang diimpor (ex-impor) atau repacking maka diserta Surat Rekomendasi Pemasukan (SRP) Produk Hewan dari Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Certificate of Origin (CoO), Certificate of Analisa (CoA), Certificate of Health (CoH) dari Negara asal bahan baku

    f. Nomor KOntrol Veteriner (NKV)

    g. Laporan relaisasi ekspor shipment sebelumnya.


1. Pengajuan Permohonan

    a. Surat permohonan diajukan kepada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan cq Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) dengan mencantumkan:

      1) Tipe/jenis produk;

      2) Jumlah (quantity, gross weight, net weight);

      3) Negara tujuan/final destination;

      4) Eksportir dan atau manufacture;

      5) Importir/consignee;

      6) Tanggal inspeksi;

      7) Invoice dan packing list;

      8) Bill of lading;

      9) Tanggal pemberangkatan;

      10. Vessel/aircraft name;

      11) Marks and container number;

      12) No. And kInd of packages;

      13) Pelabuhan muat/port of loading;

      14) Pelabuhan bongkar/port of discharge;

      15) Negara tujuan akhir/final destination;

      16) Shipment by.

    b. Permohonan disampaikan secara online melalui: http://app.ditjennak.pertanian.go.id/simrek3/

    c. Mengunggah scan dokumen persyaratan administratif dan persyaratan teknis dalam bentuk pdf atau jpg (ukuran maksimal 5MB) 

    d. Permohonan dapat diajukan setelah mendapatkan Username dari Ditjen PKH cq. Sub Bagian Layanan Rekomendasi.

2. Pemeriksaan Kelengkapan Dokumen

   a. Setiap permohonan sertifikat veteriner yang telah diterima oleh Ditjen PKH cq Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) wajib dilakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen persyaratan administratif dan persyaratan teknis.

   b. Pemeriksaan kelengkapan dokumen persyaratan administratif dilakukan oleh petugas pemeriksa dari Subbag Layanan Rekomendasi.

   c. Pemeriksaan kelengkapan dokumen persyaratan teknis dilakukan oleh petugas pemeriksa dari Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner.

   d. Permohonan yang diterima akan diproses lebih lanjut dalam penerbitan sertifikat veteriner dan dapat dipantau oleh pemohon secara online.

   e. Penolakan permohonan disampaikan kepada pemohon disertai alasan penolakan secara online.

   f. Sertifikat Veteriner dapat diambil di Subbag Layanan Rekomendasi untuk dokumen asli dan melalui system untuk scan dokumen aslinya.

   g. Proses penerbitan sertifikat veteriner dalam waktu paling lama 5 (lima) hari kerja.


Jasa Layanan Penerbitan Sertifikat Veteriner:

a. Produk Hewan Pangan Rp. 125.000,- per dokumen

b. Produk Hewan Non Pangan Rp. 100.000,- per dokumen


Proses penerbitan sertifikat veteriner dalam waktu paling lama 5 (lima) hari kerja.


Waktu Layanan:

Senin-Kamis : 08.00 - 15.00 WIB

Jumat : 08.00 - 15.30 WIB

(Istirahat: Senin - Kamis pukul 12.00 - 13.00 WIB, Jumat 11.30 - 13.00) 


Informasi lebih lengkap dapat menghubungi:

Sub Bagian Layanan Rekomendasi Ditjen PKH

Telepon: (021) 7815380 - 4, Ext. 4713, (021) 7801513

Email: uprditjenpkh@pertanian.go.id



145

Layanan

44157

Pengunjung

11

Eselon