Pemasukan dan Pengeluaran Benih Hortikultura

Kunjungi Layanan

Hortikultura merupakan komoditas yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif dalam pemulihan perekonomian Indonesia. Arus perdagangan bebas globalisasi mengakibatkan semakin mudahnya produk-produk hortikultura dan negeri lain masuk ke Indonesia, baik jenis, kualitas maupun volumenya. Oleh karena itu produk hortikultura Indonesia harus unggul dan bermutu sehingga mampu bersaing dengan produk-produk dari negara lain. Salah satu permasalahan yang menonjol dalam upaya pengembangan industri hortikultura adalah keragaman dan rendahnya kualitas benih bermutu dari jenis/varietas tanaman.

Dalam rangka menjamin ketersediaan benih bermutu secara cukup dan berkesinambungan, menumbuhkembangkan industri benih dalam negeri, meningkatkan keragaman hayati dan meningkatkan devisa negara diperlukan mekanisme pemasukan dan pengeluaran benih hortikultura. 



PERSYARATAN ADMINISTRASI PEMASUKAN BENIH HORTIKULTURA

Badan Usaha atau Badan Hukum

  1. Fotocopy akte pendirian perusahaan dan perubahannya
  2. Fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  3. Fotocopy profil perusahaan
  4. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pimpinan perusahaan
  5. Fotocopy keterangan domisili perusahaan
  6. Fotocopy Tanda Daftar Produsen Benih/Pelaku Usaha Hortikultura

Perseorangan

  1. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  3. Fotocopy Tanda Daftar Produsen Benih/Pelaku Usaha Holtikultura

Instansi Pemerintah

Proposal penggunaan benih yang akan dimasukkan

Pemerhati Tanaman

  1. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

PERSYARATAN TEKNIS PEMASUKAN BENIH HORTIKULTURA

a. Pemasukan benih untuk pengembangan benih dalam rangka menghasilkan benih yang akan dipasarkan di luar negeri atau produk segar (bukan benih) yang akan dipasarkan ke luar negeri dan/atau dalam negeri

  1. tersedia rencana pengembangan/perbanyakan benih atau pertanaman
  2. jumlah benih yang dimohonkan sesuai dengan ketersediaan lahan untuk perbanyakan benih atau pertanaman
  3. rekomendasi teknis dari dinas provinsi setempat yang membidangi hortikultura dan dari asosiasi nasional yang membawahi komoditas tersebut, sedangkan untuk komoditas florikultura cukup dengan rekomendasi dari asosiasi nasional yang membawahinya untuk pengembangan

b. Pemasukan benih untuk tujuan uji banding antar laboratorium penguji atau uji profisiensi 

  1. jenis dan jumlah benih sesuai dengan pengujian yang dimaksud
  2. fotocopy surat keikutsertaan dalam uji banding antar laboratorium penguji atau uji profisiensi dan/atau surat pemberitahuan penyelenggaraan uji profisiensi dari International Seed Testing Association (ISTA) yang masih berlaku
  3. sisa benih, benih yang telah dihancurkan dan kecambah yang berasal dari benih uji profisiensi serta media tumbuh yang digunakan dalam pengujian tersebut harus dimusnahkan setelah pengujian selesai

c. Pemasukan benih untuk tujuan pelaksanaan uji mutu untuk kepentingan penerbitan orange certificate dan blue certificate sesuai dengan peraturan ISTA

  1. jenis dan jumlah benih sesuai dengan pengujian yang dimaksud
  2. surat permohonan pengujian benih untuk penerbitan orange dan blue certificate
  3. permohonan pengambilan contoh benih untuk kepentingan pengujian sebagaimana dimaksud pada huruf b
  4. sisa contoh benih yang digunakan untuk penerbitan orange dan blue certificate sebagaimana dimaksud pada huruf b harus dimusnahkan maksimal 1 (satu) tahun setelah pengujian

d. Pemasukan benih untuk kebutuhan pemerhati tanaman

  1. jumlah benih yang dimohonkan paling banyak 10 (sepuluh) tanaman yang terdiri atas beberapa jenis dan/atau varietas, dan/atau 5 (lima) wadah invitro isi paling banyak 25 (dua puluh lima) planlet atau stek atau tanaman muda per wadah
  2. rencana lokasi penanaman

e. Pengadaan tetua untuk perbanyakan benih dari varietas yang terdaftar

  1. benih tetua belum tersedia di Indonesia
  2. jumlah benih yang dimohonkan sesuai dengan kebutuhan
  3. Pemasukan benih untuk tujuan pelaksanaan uji BUSS untuk keperluan perlindungan varietas tanaman

f. Pemasukan benih untuk tujuan pelaksanaan uji BUSS untukkeperluan perlindungan varietas tanaman

  1. jenis maupun jumlah benih harus sesuai dengan kebutuhan pengujian

g. Pemasukan benih untuk tujuan pameran/promosi dan/atau lomba

  1. melampirkan undangan keikutsertaan dalam pameran/lomba dari panitia penyelenggara
  2. jenis serta jumlah benih yang dimasukan sesuai dengan kebutuhan

 

Note : Pemohon juga melampirkan :

PERSYARATAN ADMINISTRASI PENGELUARAN BENIH HORTIKULTURA

Badan Usaha atau Badan Hukum

  1. Fotocopy Akte Pendirian Perusahaan dan perubahannya
  2. Fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  3. Fotocopy profil perusahaan
  4. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pimpinan Perusahaan
  5. Fotocopy keterangan domisili perusahaan
  6. Fotocopy tanda daftar produsen atau tanda daftar pelaku usaha hortikultura yang diterbitkan oleh bupati/walikota

Instansi Pemerintah

Proposal pengeluaran benih

Pemerhati Tanaman

  1. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)/Paspor
  2. Pernyataan bahwa benih akan ditanam sendiri dan tidak untuk diperjualbelikan

Perseorangan

  1. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)/Paspor; dan
  2. Fotocopy NPWP

Note : Selain memenuhi persyaratan di atas, pengeluaran benih harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang karantina tumbuhan. 


Pendaftaran (Registrasi) secara Online

  1. Buka link www.perizinan.pertanian.go.id lalu pilih menu BENIH HORTIKULTURA
  2. Klik menu REGISTRASI
  3. Isi data perusahaan dan alamat email yang aktif untuk mendapatkan password  lalu klik SIMPAN
  4. Login menggunakan username alamat email yang didaftarkan dan password yang dikirimkan ke email terdaftar
  5. Pilih menu PERUSAHAAN,klik menu edit ikon pencil  untuk melengkapi data pemohon, klik SIMPAN
  6. Upload persyaratan administrasi yang sudah discan sesuai asli
  7. Pada menu STATUS klik TIDAK AKTIF, Pilih modul permohonan perizinan yang akan diajukan dengan melakukan check box, lalu klik KIRIM
  8. Pemohon datang ke loket Pusat PVTPP untuk verifikasi keaslian dan kelengkapan dokumen
  9. Bila sudah sesuai akun akan diaktifkan dan pemohon sudah menerima Hak Akses dan dapat mengajukan permohonan secara online

Pengajuan Permohonan

  1. Pemohon mengajukan permohonan tertulis secara online dilengkapi persyaratan kepada Menteri Pertanian melalui Kepala Pusat PVTPP
  2. Kepala Pusat PVTPP dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja telah selesai memeriksa kelengkapan dan kebenaran dokumen permohonan serta memberitahukan kepada pemohon ditolak atau diterimanya permohonan
  3. Permohonan yang diterima disampaikan kepada Direktur Jenderal Hortikultura dan Kepala Badan Karantina Pertanian secara tertulis
  4. Kepala Badan Karantina Pertanian menerbitkan rekomendasi dan disampaikan ke Direktur Jenderal Hortikultura dengan tembusan Kepala Pusat PVTPP paling lama 5 (lima) hari kerja (tahap ini berlaku untuk permohonan Pemasukan Benih Hortikultura, sementara untuk permohonan Pengeluaran Benih Hortikultura langsung ke nomor 5)
  5. Direktur Jenderal Hortikultura dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) hari kerja harus sudah memberitahukan ditolak atau diterima; apabila dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) hari kerja, Direktur Jenderal Hortikultura belum menerbitkan surat penolakan maka permohonan dianggap diterima
  6. Izin Pemasukan dan/atau Pengeluaran Benih Hortikultura disampaikan kepada pemohon melalui Kepala Pusat PVTPP dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) hari kerja sejak menerima dari Direktur Jenderal Hortikultura


Pelayanan Izin Pemasukan dan Pengeluaran Benih Hortikultura tidak dikenakan biaya / GRATIS


Total maksimal 18 hari kerja jika dokumen lengkap dan benar


pc, tablet, jaringan internet, aplikasi perizinan online


Lokasi Pelayanan Permohonan Pemasukan dan Pengeluaran Benih Hortikultura bertempat di loket pelayanan PVT dan Perizinan Pertanian Pusat PVTPP, Kantor Pusat Kementerian Pertanian Gedung B Lantai 5, Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Hari Senin - Kamis, pelayanan mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 15.00 WIB, istirahat pukul 12.00 - 13.00 WIB.

Hari Jumat, pukul 08.00 sampai dengan pukul 15.30 WIB, istirahat pukul 11.30-13.00 WIB.

 


Informasi lebih lanjut silakan menghubungi (021) 78836171, 78840405, 78839619, 7816386; sms center : 081281068805; atau email ke pvt@pertanian.go.id.

Pelayanan Pemasukan dan Pengeluaran Benih Hortikultura dapat dilakukan secara Online melalui https://ap1.pertanian.go.id/simppi_v3/content/page/benihhorti

 


120

Layanan

35502

Pengunjung

11

Eselon