LAYANAN IDENTIFIKASI OPT BPTP Pontianak


Layanan berbentuk identifikasi organisme pengganggu tanaman (OPT) komoditas perkebunan


  1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang  Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4846)
  2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3058)
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang -Undang Nomor 14 Tahun 2008;
  4. Keputusan Presiden Nomor 84/PTahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II
  5. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara
  6. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011;
  7. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah;
  8. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan, Penetapan, dan Penerapan Standar Pelayanan
  9. Permentan No: 11/Permentan/OT.140/2/2008 tentang Penetapan Balai Proteksi Tanaman Perkebunan  Pontianak, (BPTP Pontianak)
  10. PERMENTAN No 78/PERMENTAN/OT.140/12/2012 tentang Pedoman Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Publik Kementerian Pertanian


Klien mengirim sampel atau datang ke Klinik Tanaman Perkebunan untuk menyerahkan sampel


  1. Setiap sampel yang diterima dari klien harus segera ditangani
  2. Mengisi formulir penerimaan sampel
  3. Meminta keterangan secara detail/terperinci kepada klien tentang segala sesuatu mengenai sampel penyakit tersebut berdasarkan pengalaman atau pengetahuan klien (menyangkut gejala serangan di lapangan, tanaman inang alternatif dan perkiraan kerugian yang telah diderita oleh klien)
  4. Mengisi formulir diagnosis OPT
  5. Melakukan diagnosis dengan pemeriksaan spesimen secara makroskopis dan mikroskopis
  6. Melakukan isolasi penyebab gejala pada tanaman
  7. Melakukan identifikasi OPT hasil pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis
  8. Melakukan Postulat Koch (bila OPT penyebab diduga merupakan patogen tanaman)
  9. Jika sudah dapat diidentifikasi OPT penyebab kerusakan tanaman maka laporkan kepada kasi Yantek untuk segera dibuatkan Surat Hasil Identifikasi dan Rekomendasi Pengendalian


Pengujian Identifikasi OPT ( Laboratorium Klinik) Rp. 85.000/sampel

Identifikasi Penyakit Penting Perkebunan Rp. 100.000/sampel

Identifikasi Hama Penting Perkebunan Rp. 85.000/sampel

Identifikasi Gulma Rp. 85.000/sampel

Identifikasi Agen Pengendali Hayati Rp. 100.000/sampel


Lama waktu penyelesaian layanan laboratorium adalah 21 hari


Sarana dan prasarana yang digunakan adalah Laboratorium BPTP Pontianak


  1. Konsultasi langsung ke Klinik Tanaman Perkebunan BPTP Pontianak di Jalan Budi Utomo Nomor 57 Siantan Hulu Pontianak. Kode Pos 78241


Jumlah SDM adalah 5 (lima) orang yang terdiri dari 1 (satu) orang penyelia, 3 (tiga) orang analis, serta 1 (satu) orang Laboran, namun tidak menutup kemungkinan ada staf BPTP Pontianak dengan disiplin ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan maupun Agronomi yang membidangi masalah teknis perlindungan

SK Penetapan : 22/KPTS/OT.150/E9/01/2018


145

Layanan

47897

Pengunjung

11

Eselon