Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH)

Kunjungi Layanan

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 16/PERMENTAN/HR.060/5/2017 Tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura, Produk Hortikultura yang diberikan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) meliputi :

1.  Produk Hortikultura Segar Untuk Konsumsi;

2.  Produk Hortikultura Segar Untuk Bahan Baku Industri;

3.  Produk Hortikultura Olahan.

Untuk Rincian Produk Hortikultura (Komoditas) yang diatur terdapat dalam Lampiran I Peraturan Menteri Pertanian Nomor 16/PERMENTAN/HR.060/5/2017 Tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura.


Peraturan Menteri Pertanian Nomor 16/PERMENTAN/HR.060/5/2017 Tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura.


I.  Persyaratan Administrasi meliputi :

A.  Untuk Pelaku Usaha dan BUMN :

  1. Akte pendirian perusahaan, dan perubahannya yang terakhir;
  2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
  3. Kartu Tanda Penduduk (KTP) pimpinan perusahaan;
  4. Keterangan domisili perusahaan;
  5. API-U untuk umum;
  6. API-P untuk industri;
  7. Surat pernyataan tidak memasukkan Produk Hortikultura yang melebihi waktu 6 (enam) bulan sejak panen untuk Produk Hortikultura segar;
  8. Surat rekomendasi pemasukan Produk Hortikultura olahan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan;
  9. Surat pernyataan menguasai sarana penyimpanan dan alat transportasi Produk Hortikultura yang sesuai dengan karakter dan jenis produk;
  10. Surat pernyataan kesesuaian daya tampung gudang penyimpanan;
  11. Surat pernyataan tidak akan menjual Produk Hortikultura yang diimpor ke pasar umum bagi Pelaku Usaha pemilik API-P;
  12. Surat pernyataan kesanggupan untuk pengembangan penanaman bawang putih di dalam negeri untuk permohonan RIPH bawang putih;
  13. Laporan rekapitulasi realisasi Impor Produk Hortikultura waktu impor sebelumnya bagi yang pernah melakukan impor Produk Hortikultura;
  14. Surat pernyataan bermaterai yang menyatakan dokumen yang disampaikan benar dan sah.

B.  Untuk BUMN yang Mendapat Penugasan Dalam Rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga :

  1. Surat penugasan dari Menteri BUMN;
  2. NPWP;
  3. API-U;
  4. Surat pernyataan bermaterai yang menyatakan dokumen yang disampaikan benar dan sah.

C.  Lembaga Sosial :

  1. KTP dan/atau identitas pimpinan lembaga sosial;
  2. Akta pendirian lembaga sosial, dan perubahannya yang terakhir;
  3. Penetapan sebagai lembaga sosial dari instansi berwenang;
  4. Keterangan pemberian hibah dari negara asal;
  5. Surat pernyataan tidak akan memperjualbelikan Produk Hortikultura;
  6. Keterangan calon penerima;
  7. Surat pernyataan bermaterai yang menyatakan dokumen yang disampaikan benar dan sah.

D.  Perwakilan Negara Asing/ Lembaga Internasional :

  1. Identitas pimpinan dan/atau wakil yang ditugaskan/ dikuasakan;
  2. Surat pernyataan untuk kebutuhan internal dan tidak diedarkan;
  3. Surat pernyataan bermaterai yang menyatakan dokumen yang disampaikan benar dan sah.

II.  Persyaratan Teknis Untuk Pelaku Usaha dan BUMN meliputi :

  1. Produk Hortikultura segar untuk konsumsi dan untuk bahan baku industri, harus memenuhi ketentuan keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  2. Produk Hortikultura segar untuk konsumsi dan untuk bahan baku industri, yang pertama kali dimasukkan dari negara asal harus dilengkapi hasil analisa risiko organisme pengganggu tumbuhan karantina dari Badan Karantina Pertanian;
  3. Produk Hortikultura olahan, harus memenuhi keamanan pangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  4. Keterangan kebun/lahan usaha yang telah diregistrasi atau sertifikat penerapan budi daya yang baik (Good Agriculture Practices/GAP) yang masih berlaku sampai akhir tahun impor dilakukan;
  5. Registrasi bangsal pascapanen (packing house) yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang dari negara asal yang masih berlaku sampai akhir tahun impor dilakukan;
  6. Surat keterangan dari eksportir negara asal mengenai kapasitas produksi dari kebun/lahan usaha yang telah diregistrasi atau disertifikasi penerapan budi daya yang baik (Good Agriculture Practices/GAP).

Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud pada huruf d, huruf e dan huruf f, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.



Layanan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) tidak dipungut biaya apapun (Gratis).


1.  RIPH Segar Untuk Konsumsi dan RIPH Segar Untuk Bahan Baku Industri :  11 (Sebelas) Hari Kerja Sejak Permohonan Diterima;

2.  Produk Hortikultura Olahan :  8 (Delapan) Hari Kerja Sejak Permohonan Diterima.

 


Sarana dan Prasarana Layanan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), meliputi :

1.  PC/ Laptop;

2.  Jaringan Internet.


Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi :

1.  Call Center RIPH di nomor 021 (78835164)/ 081219526440/ 087770204455 pada hari Senin-Kamis pukul 07.30-16.00 dan pada hari Jum'at pukul 07.30-16.30 (hari Sabtu dan hari libur nasional status call center tidak aktif) atau email ke sekretariat_riph@pertanian.go.id;

2.  Sekretariat Layanan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) bertempat di Direktorat Jenderal Hortikultura, Jl. AUP No. 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan.


Segala bentuk pelayanan Permohonan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dilakukan secara on line di alamat http://perizinan.pertanian.go.id


120

Layanan

35502

Pengunjung

11

Eselon